CIRI KACER DADA PUTIH FIGHTER DAN MENGHILANGKAN MBAGONG ATAU MEDASI
Asalamualaikum
wr.wb
Untuk menjadi burung terbaik, tentu saja
membutuhkan treatmen dan perlakuan tertentu. Selain dasar karakter burung
seperti sifat fighter, mental kuat, power tidak lembek, lagu panjang-panjang
dan nafas kuat, untuk menjadi juara juga memerlukan tambahan materi yang
sifatnya bisa didatangkan dari luar atau eksternal si burung.
Itulah
variasi lagu yang bisa dimasukkan melalui burung-burung master. Salah satu
tambahan poin yang bisa menentukan burung menjadi juara memang variasi lagunya.
Di lapangan di antara suara-suara kacer yang dianggap standar, bila juri
mendengar suara yang dianggap unik dan beda dari yang lain bisa menjadi nilai
tambah dan menentukan.
Itu sebabnya
selain perawatan yang sifatnya merupakan stelan agar mau nampil di arena lomba,
pemberian master juga menjadi faktor yang sangat penting. Bila masternya pas
burung juga mau dan suka dengan lagu master tersebut sehingga sering
dinyanyikan secara periodik dan cara yang merdu niscaya menjadi nilai lebih
tersendiri.
Jenis burung
apa saja yang biasa dimastefikan untuk kacer dada putih dan bagaimana cara
memasterya agar bisa merasuk dengan baik. lnilah pengalaman sejumlah perawat
handal kacer yang berhasil disarikan Agrobis Burung.
Suara burung
yang dianggap bagus untuk memaster kacer dada putih, di antaranya adalah jenis lovebird,gereja
tarung, platuk, srindit sampit, kolibri. Ada pula yang memberikan suara cendet
dan glatik
Model
memaster macam-macam. Ada burung yang suka dikerubungi burung master beberapa
sekaligus. Namun ada pula burung yang minta didekati suara master satu satu per
satu. Artinya, kalau diberi master satu jenis suara sudah masuk kemudian
ditambah suara jenis lainnya.
Pemasteran
paling efektif dilakukan pada saat burung sedang mabung. Namun, dalam
keseharian akan sangat baik kalau selalu mendengar suara master, baik ketika
dijemur atau dianginkan, maupun ketika sedang istirahat/tidur.
Ketika
setiap saat seperti diindoktrinasi dengan suara tertentu yang kita kehendaki,
apalagi bila kita paham karakter suara yang disukai oleh si burung maskot,
tentu hasilnya akan lebih baik. Ketika berlomba, suara-suara itu kemudian akan
dia keluarkan juga. Kira-kira seperti itu logikanya.
Ciri kacer
dada putih fighter
Kacar dada
putih secara umum memang lebih fighter ketimbang kacer hitam (kacer Jawa). Itu
sebabnya kacer dada putih memang mendominasi di lapangan lomba. Tentu saja
faktor ketersediaan di pasar yang jauh lebih banyak juga ikut menjadi faktor.
Sejumlah kicaumania kawakan mencoba membagikan ilmu yang dasarnya adalah “titen” atau berdasarkan pengamatan yang cukup lama. Mereka telah mengumpulkan sejumlah ciri-ciri fisik yang bisa dijadikan patokan untuk memperkirakan apakah kacer tersebut kelak akan fighter atau mau tarung atau tidak.
Sejumlah kicaumania kawakan mencoba membagikan ilmu yang dasarnya adalah “titen” atau berdasarkan pengamatan yang cukup lama. Mereka telah mengumpulkan sejumlah ciri-ciri fisik yang bisa dijadikan patokan untuk memperkirakan apakah kacer tersebut kelak akan fighter atau mau tarung atau tidak.
Burung yang
fighter dan juara, memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut: Bulu kelihatan
kering, tapi bersih dan gilap. Artinya kalau kita menjumpai burung kacer dada
putih tapi bulunya kurang bernada kering, biasanya kurang flghter. Mata melotot
atau medolo, sampai seperti mau keluar dari dalam kelopaknya.
Mata yang
melotot akan terkesan garang, juga awas dalam mengamati sekitarnya. Kalau kita
menjumpai kacer dada putih yang matanya kurang melotot, sehingga terlihat
lembut dan kalem, bisa diperkirakan si burung kurang tarung.
Bagian paruh
terlihat lurus, belahannya memanjang hingga ke belakang sampai mau ke bagian
leher atau tenggorokan atau sampai di bawah mata. Jenis yang seperti ini
biasanya memiliki volume yang dahsyat dan tembus. Jenis yang seperti ini bisa
membuka paruh lebih lebar dari yang belahannya lebih pendek.
Postur
badang kecil memanjang, tidak pendek. Kemudian perhatikan bagian ekor, biasanya
kempal atau ngumpul, dan tidak mekar atau membuka.
Kacer dada
putih bisa dipelihara baik di daerah panas maupun dingin. Paling-paling bila
baru pindah, memerlukan sedikit waktu untuk adaptasi.
Menghindari
mbagong atau mbedesi
Salah satu
kelemahan atau tabu bila kita melombakan kacer adalah mbedesi atau mbagong.
Kalau kita punya kacer dan mbagong …. alahmak malu kali rasanya.heehe..
Biasanya akan ditertawakan dan dijadikan bahan ejekan teman-teman, meskipun
hanya terjadi di latihan.
Menurut
banyak pemain kacer, burung kacer mbagong disebabkan karena beberapa hal. Salah
satunya adalah karena kalah mental. Selain itu, juga karena kelelahan. Burung
yang di bagian awal tampil sangat baik, bila sedang tidak fit dipaksakan, maka
ketika kelelahan biasanya juga mbagong.
Sehebat-hebatnya
kita punya kacer, kalau di akhir-akhir penilaian kemudian mbagong, hampir pasti
tidak bisa mendapatkan bendera koncer. Mbagong atau mbedesi benarbenar faktor
yang bisa menghilangkan semua sisi-sisi baik lainnya.
Sejumlah
orang mencoba melakukan berbagai terapi untuk secara perlahan menghilangkan
kebiasaan buruk ini. Misalnya dengan mandi pasir. Caranya, kita ayak pasir
halus, kemudian bisa dimasukkan ke bak keramba, kemudian kacer dimasukkan ke
keramba.
Cara lain
juga bisa dilakukan, tapi sedikit berisiko. Yaitu pasir ditaruh di atas tanah
secara merata. Kemudian sangkar ditaruh di bagian atasnya, lantas bagian lantai
sangkar ditarik. Jadilah lantai burung langsung terbuka atau terhubung dengan
pasir yang sudah ditabur di atas tanah. Pastikan sangkar tidak roboh, karena
itu biasanya diberi beban supaya kalau tersenggol secara tidak sengaja, atau
kena angin, tidak roboh atau bergeser. Sebab kalau sampai terjadi, burung bisa
terbang bebas.
Pada saat
mandi pasir burung juga punya kesempatan untuk ngasin. Tapi, di jaman sekarang
ngasin bisa dilakukan dengan cara langsung diberi asinan khusus untuk burung
berkicau yang produknya juga ada di pasaran, meskipun tidak selalu mudah
mendapatkannya.
Semoga
bermanfaat!!!!
Wasalaimualaikum
wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar