Rabu, 27 April 2016

BEBERAPA CARA MENGATASI BURUNG MURAI MACET

 




Ada beberapa penyebab burung murai batu yang semula gacor atau rajin berbunyi, mendadak menjadi macet bunyi, antara lain :
  1. Burung akan memasuki masa mabung.
  2. Burung dalam kondisi kurang sehat atau terkena infeksi pada tenggorokannya, baik karena penyakit atau memakan serangga.
  3. Burung terinfeksi kutu atau tungau.
  4. Burung mengalami stres karena beberapa faktor, seperti kalah mental, sangkar terjatuh, pernah lepas, dan lain-lain.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kita perlu mengetahui apa penyebabnya. Karena hanya dengan mengenali penyebab itulah, kita bisa memberikan perawatan yang tepat.
1. Macet bunyi menjelang mabung
Jika macet bunyi terjadi karena burung memang akan mabung, yang ditandai dengan rontok atau berjatuhannya beberapa bulu halus dan bulu ekornya, maka yang harus kita lakukan adalah memberikan perawatan mabung.
2. Macet bunyi akibat gangguan pernafasan
Apabila macet bunyi terjadi akibat gangguan pernafasan, termasukinfeksi tungau pada kantung udara (air sac mites), maka yang harus dilakukan mau tidak mau mengobatinya.
Panduan mengenai deteksi gangguan pernafasan pada burung.
3. Macet bunyi akibat infeksi kutu / tungau
Jika macet bunyi terjadi akibat infeksi atau serangan kutu dan tungau, murai batu biasanya akan lebih banyak diam, serta lebih asyik mematuki atau bahkan mencabuti bulu-bulunya sendiri.
Murai batu yang terserang kutu / tungau bisa terlihat dari adanya bulu-bulu sayap yang nyerit atau rusak. Pengobatan yang tepat harus diberikan, misalnya dengan menyemprot atau memandikan burung dengan obat khusus seperti FreshAves secara bertahap. Sangkar dan tenggeran juga perlu disemprot dengan FreshAves, yang aman bagi burung dan manusia, tetapi sangat efektif efektif membasmi kutu, tungau, bakteri, spora jamur, dan parasit lainnya.
4. Macet bunyi akibat stres
Nah, bagian keempat inilah yang akan kita jelaskan agak panjang. Stres pada burung bisa disebabkan oleh poin 1-3 di atas. Namun yang paling sering dijumpai adalah murai batu mengalami stres akibat kalah mental, baik ketika ditrek, dilombakan, atau mendengar suara burung sejenis di rumah dalam waktu lama.
Selain itu, sangkar yang terjatuh juga bisa membuat murai batu kaget dan drop mental. Demikian pula burung yang pernah terlepas dari sangkarnya, kemudian tertangkap kembali, seringkali tidak bisa kembali ke performa terbaiknya.
Ada beberapa penanganan khusus yang bisa diterapkan di sini, antara lain :
A. Memberikan ketenangan pada burung
Dalam hal ini, murai batu yang stres harus dipisahkan dari burung sejenis dan / atau burung jenis lain yang memiliki suara kicauan cukup ramai dan keras.
Burung bisa dipindahkan ke lokasi lain yang lebih tenang. Jika lokasi tidak memungkinkan untuk memindahkan burung ke lokasi lain yang lebih tenang, Anda bisa memberikan full kerodong pada burung tersebut selama beberapa hari.
B. Memberikan pakan full EF selama terapi
Selama masa penenangan, burung sebaiknya diberi pakan full EF (extra fooding) seperti kroto dan jangkrik. Untuk voer, sebaiknya pilihlah yang mengandung zat antistress dan banyak mengandung nutrisi.
Dalam perawatan hariannya, kroto bisa diberikan setiap pagi sebanyak satu cepuk, dan sore hari sebanyak satu sendok teh. Adapun jangkrik bisa diberikan minimal 3-5 ekor, masing-masing pada pagi dan sore hari.
C. Kurangi mandi dan penjemuran selama terapi
Selama terapi atau masa penenangan, murai batu sebaiknya tidak dimandikan atau dijemur terlalu sering, cukup beberapa hari sekali, dengan porsi penjemuran yang tidak terlalu lama.
Sebagian penggemar murai batu bahkan tidak memberikan mandi dan jemur pada burung yang sedang menjalani terapi stres.
D. Berikan suplemen yang bisa meningkatkan metabolisme burung
Suplemen seperti TestoBird Booster (TBB) diperlukan untuk memperbaiki metabolisme burung. Dengan demikian, kadar testosteronnya akan lebih cepat meningkat, sehingga burung lebih mudah terangsang untuk bunyi kembali.
E. Putarkan audio brainwave atau terapi
Beberapa suara audio yang mengandung unsur atau frekuensi tertentu selama ini diyakini dapat memberikan ketenangan pada manusia atau hewan peliharaan yang mendengarnya.
Untuk hewan peliharaan, biasanya frekuensi tersebut diatur sedemikian rupa agar bisa dicerna oleh memorinya. Audio ini dikenal dengan nama brainwave. Adapun frekuensi yang digunakan dikenal dengan sebutan Alpha, Theta dan Delta (untuk mengetahui jenis frekuensi tersebut, anda bisa download software brainwave therapy di browser anda.

CARA MEMBEDAKAN MURAI JANTAN DAN BETINA

CARA MEMBEDAKAN MURAI JANTAN DAN BETINA








Ada banyak sekali sebenarnya cara membedakan jenis kelamin burung murai batu, jika dilihat dari fisik atau postur. Banyak hobis dan penangkar senior sudah mengetahui secara mendetail, tetapi bagi orang awam yang tak mengenal mereka tentunya rawan sekali menjadi bulan-bulanan para penjual murai yang tak bertanggung jawab. Apalagi jika murai yang dibeli masih bakalan atau bahkan trotolan. Oleh karenanya kami suguhkan petunjuk bagi pemula untuk dapat sama - sama mengerti tentang jenis kelamin murai. Kami buat petunjuk ini selengkap - lengkapnya berdasarkan kategori umur (trotolan, bakalan dan dewasa). Sehingga sobat tidak perlu canggung lagi dalam mencari murai yang sobat inginkan.

Perbedaan Murai Jantan dan Murai Betina (Dewasa)

ciri murai batu jantan - Usaha ternak
Murai Jantan Biasanya Berbadan Besar
Untuk melihat jenis kelamin murai dewasa sebenarnya sangat mudah, walaupun dari segi fisik antara jantan dan betina hampir sama. Jika anda terbiasa melihat perbedaan kelamin burung jalak dan cucakrowo, maka anda tidak akan kesulitan untuk mencari perbedaan murai jantan dan betina. Berikut ini ciri - ciri utama perbedaan murai jantan dan murai batu betina dewasa. Dapat kita lihat sbb:

Ciri Murai Batu Jantan (Dewasa)

  • Badannya besar mencolok.
  • Bulu di badannya terlihat sangat hitam dan mengkilat, sedangkan di dada lebih ke warna coklat gelap.
  • Ada bulu berwarna putih agak lebar di bagian punggungnya.
  • Ekornya panjang mencolok dan bulunya tebal berlapis.
  • Kepala lebih lebar.
  • Mata kelihatan lebih menonjol keluar.
  • Paruh tebal dan panjang.
  • Kaki panjang tebal dan kokoh.
  • Supit udang (pubis) jika diraba terasa kaku.
  • Kicauan lebih keras, merdu dan bervariasi.

ciri murai batu betina - Usaha ternak
Bulu Putih pada murai betina terlihat kecil dan sempit 

Ciri Murai Batu Betina (Dewasa)

  • Badannya kecil.
  • Bulu utama berwarna hitam sedikit abu-abu (kusam tidak mengkilat).
  • Warna bulu dada coklat muda.
  • Bulu putih yang ada di bagian punggung terlihat kecil dan menyempit.
  • Ekornya pendek dan terlihat kecil.
  • Bentuk kepalanya kecil dan mata tidak terlalu menonjol keluar.
  • Paruhnya kecil dan pendek, biasanya sedikit terlihat bengkok/lengkung.
  • Kakinya pendek dan tipis tulangnya.
  • supit udang (pubis) jika diraba lunak dan membuka.
  • Suara kicauan kecil dan cenderung monoton.

Perbedaan Bakalan Murai Jantan & Betina

gambar murai batu jantan - Usaha ternak
Kilatan Biru gelap pada bulu menunjukkan murai jantan

Murai bakalan merupakan murai muda yang akan beranjak dewasa. Biasanya kita perlu membedakan kelaminnya setelah kita mendapatkan tangkapan di hutan. Biasanya istilahnya MH atau muda hutan. Membedakan kelamin murai bakalan sebenarnya hampir sama dengan murai dewasa, karena organ inti burung tersebut secara garis besar sudah terlihat. Seperti warna bulu, bentuk badan dll. Namun ada juga beberapa bagian yang masih belum begitu jelas terlihat seperti kepala maupun panjang ekor yang belum mencolok. Oleh karenanya, untuk lebih memperjelas maka kami rinci kembali sbb :

Ciri Bakalan Murai Jantan

  • Postur tubuh sudah terlihat sedikit bongsor dari betina.
  • Bentuk kepala lebar dengan paruh tebal dan panjang.
  • Bulu utama warna hitam mengkilat dan jika terkena cahaya terlihat sembur warna biru.
  • Jari - jari kakinya panjang dan agak kasar.
  • Kicauan ada jeda namun padat.

gambar murai batu betina - Usaha ternak
Murai betina terlihat kusam dan tidak mengkilat bulunya

Ciri Bakalan Murai Betina

  • Postur tubuhnya cenderung kecil.
  • Kepalanya berbentuk bulat kecil dengan paruh yang tipis dan sedikit lengkung.
  • Bulu hitamnya kusam cenderung berwarna abu - abu gelap saat terkena cahaya.
  • Jari - jari kakinya pendek dan sisiknya halus.
  • Suara kicauan rapat tetapi tak berisi.

Membedakan Anakan Murai Jantan dan Betina (Trotol/Piyik)

gambar anakan murai batu jantan betina - Usaha ternak
Trotol atau anakan murai
Mencari perbedaan kelamin piyik murai bukan hal yang mudah, karena secara garis besar organ dan warna bulu yang tumbuh belum sempurna seperti murai dewasa. Namun, tetap saja ada hal yang dapat menjadi perbedaan utama. Dari bulu kecil di dada dan postur murai tersebut biasanya sudah akan terlihat kok, minimal usia diatas dua minggu. Berikut ini beberapa poin yang membedakan murai jantan dan betina anakan atau piyik :

Ciri Anakan Murai Batu Jantan (Piyik/Trotolan)

  • Kepala Besar dan terlihat kotak dengan mata sedikit menonjol keluar
  • Paruhnya lebar
  • Warna Bulu di dada dan sayap ada bintik bintik berwarna coklatBadannya besar dan agak panjang
  • Suaranya kicauannya lebih ngebass

Ciri Anakan Murai Batu Betina (Piyik/Trotolan)

  • Kepala Kecil dan bentiknya membulat
  • Paruhnya tipis dan bila dilihat dari atas terlihat lancip
  • Bulu di dadanya berwarna putih bercampur dengan coklat namun tipis yang memanjang ke bawah
  • Postur badannya kecil dan pendek
  • Kicauannya cempreng

Tambahan :
Lokasi supit udang atau pubis pada bagian burung murai untuk menentukan jenis kelaminnya.
Sumber gambar dari blog master Duto omkicau.
gambar supit urang murai - Usaha ternak
Demikian tadi panduan lengkap mengenai ciri jantan dan betina murai. Memang segala informasi diatas tidak cukup hanya dihafal, harus sering dipraktikkan sehingga anda semakin ahli dalam membedakan kelamin murai, baik itu anakan maupun dewasa. Semoga artikel tadi bermanfaat bagi anda yang sedang belajar .

Jumat, 22 April 2016

BEBERAPA KRITERIA PENILAIAN KACER DI PERLOMBAAN

 

Setiap burung pasti ada penilaian-penilaian tersendiri entah gaya,suara,Dll
Apalagi tentang si burung yang satu ini, Memang benar perkataan orang jawa dahulu,"KACER GAE JURAGANE KEPENAK,SOKO OMAH GEDEK DADI GEDHONGAN" Seperti kakak saya sendiri AAN MUHAMMAD YUSUF yang membeli kacer dari teman nya seharga 700.000,00 hanya kacer rumahan yang di coba gantangkan di latber di plupuh gemolong,ternyata bisa merebut juara 1.mengalahkan burung-burung yang dari kualitas umur,mental dan harga jauh di atasnya.Dan si kacer ini di beli temanya untuk di bawa ke KALIMANTAN dengan harga 25.000.000,00. itu sedikit cerita dari saya,dan langsung saja

Di bawah ini saya akan memberi penjelasan tentang penilaian kacer di atas gantangan:
 
1. Volume kicauan kacer
Kacer juara pastinya memiliki volume kicauan yang keras dan lantang. Setidaknya juri bisa mendengar kicauan kacer dengan jelas. Volume yang keras dan suara yang tebal menjadi nilai plus untuk kacer anda.
2. Irama dan lagu
Kacer yang bagus adalah kacer yang memiliki irama yang indah. Irama yang baik adalah suara kasar namun sangat melengking. Dan anda harus tahu bahwa suara kacer yang hanya cuit-cuit bukanlah irama yang bagus. Sedangkan lagunya, kacer yang bagus adalah kacer yang bisa membawakan lagu bervariasi/tidak monoton. Kacer yang bagus bisa membawakan lagu yang berganti-ganti. Ini sangat berkaitan dengan isian kacer anda. Anda bisa memberikan masteran/isian untuk kacer anda agar lagunya bukan itu-itu saja.
3. Power kacer
Power atau kekuatan kacer dinilai saat kacer sedang berkicau. Kacer yang bagus adalah kacer yang suaranya sangat keras saat berkicau. Namun ada juga kacer yang terlihat membuka paruh dan berkicau tetapi tidak terdengar oleh juri.
4. Kicauan yang ngerol
Kacer jawara memiliki karakter suara kicauan yang ngerol/kontinyu. Dalam lomba kacer, penilaian sangat memperhatikan kicauan kacer. Jadi siapkan kacer anda agar ngerol sebelum tampil di arena lomba.
5. Intonasi/nada
Kriteria penilaian kacer yang selanjutnya adalah apakah intonasi kacer enak didengarkan. Sebagai caontoh, intonasi yang bagus adalah dari nada rendah-sedang-tinggi. Atau tinggi-sedang-rendah. Atau bisa juga tinggi-rendah-tinggi. Intonasi yang baik pasti enak didengarkan dan akan mendapat nilai lebih dari juri.
6. Jeda yang pendek
Jeda yang pendek menjadi penilaian oleh juri. Artinya, juri akan memberikan nilai lebih pada kacer yang berganti lagu dengan jeda/istirahat yang pendek.
7. Style/gaya berkicau
Kacer yang dinilai bagus adalah kacer yang suka bergaya saat sedang berkicau. Misalnya kacer berkicau sambil ngobra, buka sayap, buka ekor, atau meliuk-liuk. Kacer yang berkicau namun tanpa gaya sedikit kurang menarik untuk juri.
8. Durasi berkicau
Dalam lomba kacer pasti ada kalanya kacer diam dulu dan tidak berkicau. Namun jika ingin mendapat nilai plus, maka kacer nada harus berkicau minimal 80% dari total waktu yang disediakan. Misalnya, panitia memberikan waktu selama 2 jam. Itu artinya kacer anda harus berkicau selama kurang lebih 1,5 jam. Semakin rajin kacer anda berkicau, semakin besar kemungkinan kacer anda menang.
9. Kondisi fisik kacer
Tak bisa dipungkiri bahwa kacer yang memiliki fisik yang sempurna adalah idaman para juri. Artinya kacer tidak cacat secara fisik. Kacer yang mendapat nilai lebih adalah kacer yang tidak cacat. Mulai dari paruh, bulu, ekor yang bagus, mata yang sehat, dan lain sebagainya.

Tetapi kita tidak perlu protes jika burung kita kalah,Alangkah baik nya jika kita mempersiapkan burung kita agar lebih baik lagi di arena perlombaan.

 

BEBERAPA KRITERIA PENILAIAN KENARI DI PERLOMBAAN

 

Banyak yang belum paham tentang penilaian di perlombaan,Sehingga membuahkan pertanyaan "KENAPA PUNYA SAYA KALAH" Wajar saja.... karena mereka hanya tau burung nya bunyi gacor,panjang,dan berirama.Tetapi bukan hanya itu saja penilaian seorang juri.Supaya lebih tahu jelas nya mari kita simak artikel di bawah ini:

1. Penilaian  irama dan lagu
Hal ini adalah yang paling utama dalam penilaian. Irama dan lagu burung harus harmonis dan tidak sumbang. Burung peserta lomba harus mengeluarkan lagu unik dan menarik sesuai kriteria. Dalam menilai irama dan lagu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
  • Aktif berkicau 
  • Memiliki tempo atau ketukan yang teratur dan serasi.
  • Memiliki variasi lagu yang baik sesuai kelad yang dilombakan.
Secara garis besar, kicauan burung yang baik adalah seperti kriteria di atas. Burung harus berkicau dan gacor dengan lagu  bervarias, dan tentunya enak didengarkan.
2. Penilaian  volume
Selain unsur irama dan lagu, juri juga memiliki penilaian terhadap kualitas suaranya. Burung yang rajin berkicau dengan berbagai macam isian akan lebih sempurna jika didukung dengan suara yang merdu dan keras. Suara yang berkualitas sudah pasti keras, tetapi suara keras belum tentu berkualitas. Jadi kualitas suara burung kicau memiliki kriteria sebagai berikut :
  • Suaranya tidak cempreng
  • Suaranya kristal (suaranya bersih)
  • Suaranya keras / tembus.
3. Penilaian Panjang Pendek Lagu
Jika suara burung berbunyi tapi pendek-pendek dengan durasi yang pendek paka penilaian  akan rendah. Yang diinginkan dalam kriteria penilaian panjang pendek adalah durasinya. Apabila burung dalam sasu sesi gantang berdurasi 10 menit maka sitidaknya burung bersurasi +- 90% dari waktu yang disediakan maka nilai positif/tinggi akan diberikan oleh juri. Kriteriannya adalah sebagai berikut:
  • berdurasi panjang, tidak putus-putus
  • tidak banya ngetem/berhenti berbunyi
  • tidak ngetem atau berulang ulang berhenti berbunyi
4. Penilaian gaya
Juri akan mengamati fisik atau penampilan setiap burung peserta lomba. Bukan sekedar penilaian fisiknya saja, tetapi penampilan saat bernyanyi ini yang menjadi nilai plus dalam lomba. Juri lebih menyukai burung yang rajin berkicau dengan posisi tetap berada di tangkringan. Ada beberapa gaya yang nmengundang perhatian juri di lomba kenari. Yaitu sebagi berikut:
  • bernyanyi dengan gaya anteng di tenggeran
  • bernyanyi dengan gaya mnggeleng-gelengkan kepala
  • bernyanyi dengan menggeser ke kanan dan kekiri
  • tidak ngruji
  • tidak turun ke tebok
Juri lebih menyukai burung yang rajin berkicau dengan posisi tetap berada di tangkringan saat berkicau.

 

BEBERAPA MASTERAN YANG BAGUS UNTUK KACER

 

Burung kacer bisa dikatakan komplit sebagai pelomba bila burung tersebut mempunyai materi lagu yang mumpuni, dimana selain gaya tarung, materi lagu yang ditonjolkan burung dalam suatu lomba menjadi hal yang paling mendasar pada sistem penilaian.
Lalu burung apa saja yang baik untuk memaster?. Jawabnya.. mari simak artikel berikut:
  • Burung Cililin
    Burung yang satu ini memang menempati urutan pertama burung yang wajib dimiliki sebagai burung Masteran, Cililin mempunyai suara tembakan yang sangat baik yang dibawakan secara kontinyu dan panjang.                                                                                                                                                          
  • Burung Lovebird
    Sebaiknya pelihara burung Lovebird lebih dari 1 dan diletakan berjauhan agar saling bersautan, suara burung Lovebird diyakini bisa membuat kasar apabila dapat di tangkap dan dibawakan oleh burung kacer.                                                                                                                                                                                                                                                           
  • Burung jalak Suren
    Suara jalak suren bisa menjadi pembeda apabila berhasil di tangkap oleh memori burung Kacer, suara kasar patah-patah apabila dibawakan oleh kacer bisa menjadi kredit tersendiri bagi gaco tersebut.                                                                                                                                                                                      
  • Burung Greja
    Suara burung greja memiliki speed yang sangat rapat apalagi bila dibawakan pada saat bertarung, Suara burung greeja tarung apabila mampu terekam dan dibawakan oleh burung kacer dengan suara yang keras diyakini bisa menjadi speed pada pembawaan lagu burung kacer terasa istimewa .                                                                                                                                                              
  • Semua Jenis Burung Madu
Berikan suara burung Masteran minimal 1 bulan 1 burung terus meningkat, contohnya di bulan pertama berikan suara masteran burung cililin, bulan berikutnya berikan suara masteran burung Lovebird dan seterusnya, tujuannya agar burung kacer tidak bingung karena mendengar banyak suara Masteran.
Sebaiknya burung mulai di master sejak usia dini, diyakini pada waktu usia tersebut Auditory Memory pada burung kacer masih kosong dan belum banyak menyimpan suara–suara di sekitar.  

Proses pemasteran lebih optimal pada saat burung kacer mabung, diyakini pada saat mabung itulah burung cenderung diam dan lebih banyak menyimak, sedangkan waktu yang pas untuk proses master dilakukan pada siang hari antara pukul 10. 00–14. 00. Dalam proses pemasteran usahakan burung dalam keadaan di krodong dan tidak melihat burung sejenis biar lebih fokus dalam memperdengarkan suara burung masteran serta tempatkan burung kacer di tempat yang aman dan kondusif.
Untuk dapat menyerap suara master dengan baik di butuhkan tingkat kecerdasan burung yang optimal, selain kebutuhan pakan yang tepat pemberikan Multivitamin yang baik dan pola perawatan yang teratur berdampak posistif dalam perkembangan otak burung.
Kandungan setiap Vitamin pada Ebod Vit selain berkhasiat untuk menjaga kebugaran pada tubuh burung juga bisa merangsang tingkat kecerdasan kala burung sedang dalam proses master serta bisa mengurangi strees pada burung.
Pendengarkan kembali suara Masteran yang pernah diperdengarkan kepada burung kacer agar lagu burung tersebut tetap terjaga dan Memory pada burung kacer semakin baik.

 

 CARA MENJINAKKAN KACER YANG OVER GIRAS


 
Burung kacer jika terlalu giras biasanya berbunyi kalau disekitarnya dalam keadaan sepi, namun jika ada aktifitas manusia disekitarnya maka burung akan diam tidak mau Berkicau. Burung yang giras biasanya adalah dari hasil tangkapan hutan. Untuk mengatasi kegirasan burung kacer tangkapan hutan agar menjadi jinak perlu di latih melalui perawatan dan tentunya kesabaran.

Banyak macam cara untuk menjinakkan burung kacer yang dilakukan oleh para pemelihara burung. Berikut ini ada beberapa tips penjinakkannya yang kami peroleh dari berbagai pengalaman para penghobi burung kacer. 

  Penjinakkan Kacer Versi 1

Pagi hari, buka kerodong sangkar kacer dengan perlahan dan ambil tempat makan dan minum. Biarkan sangkar berada di tanah dalam beberapa menit agar terbiasa dengan lalu lalang manusia (burung harus selalu diawasi), setelah beberapa menit baru di anginkan agar burung tenang kembali.
Beri makan EF jangkrik langsung melalui tangan kita, untuk melakukan ini perlu kesabaran karena burung belum terbiasa memakan langsung dari tangan manusia jadi perlu disiasati dengan cara jangkrik di tusuk pakai lidi.
       Sangkar dikerodong dengan kain tipis dan gantang ditempat yang sering dilalui orang agar burung            terbiasa dan tidak takut sama manusia. Jika kacer sudah mulai tenang dengan kondisi sekitar maka kerodong lebih baik dibuka.
Saat burung istirahat sebaiknya sangkar jangan di taruh pada tempat gelap, karena bisa mengembalikan memori pada alam hutan. Taruh kacer ditempat yang terang tetapi suasananya tenang.

  Penjinakkan Kacer Versi 2

Tips ini tergolong unik, tetapi tips ini dipercaya ampuh untuk menjinakkan burung yang giras, cara ini juga sudah sering dilakukan oleh orang-orang guna menjinakkan burung merpati. Cara melakukannya adalah dengan memberi air liur kita pada burung secara langsung (seperti meloloh). Cara ini dilakukan agar burung lebih cepat mengenali pemiliknya, namun perlu diperhatikan juga sebelum anda memberi air liur makanan atau minuman apa yang baru anda konsumsi (bukan yang mengandung alkohol).

  Penjinakkan Kacer Versi 3

Cara penjinakkan ini juga tergolong unik, yaitu memandikan burung kacer dengan air perasan daun pare atau paria. Untuk melakukan cara ini ada yang perlu diperhatikan, yaitu saat memandikan burung jangan sampai air perasan pare ikut terminum oleh burung, mungkin lebih amannya dalam memandikan dengan cara dipegang atau disemprot.

  Penjinakkan Kacer Versi 4

        Cara terakhir,hampir sama dengan versi yang pertama , Ambil wadah makan dan sisakan saja tempat    minum lalu mandikan kacer kemudian di jemur sampai jam 11pagi.dan hanya di beri makan EF saja berupa jangkrik sesuai keutuhan asupsi si burung,itupun pemberian jangkrik harus dengan tangan.
      

PERAWATAN KACER UNTUK LOMBA

 PERAWATAN KACER UNTUK LOMBA


  Perawatan lomba sebenarnya tidakjauh berbeda dengan perawatanharian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini pola perawatan dan setelan lomba untuk burung kacer:

*H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa
  dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan
  5 ekor sore.

*H-2 sebelum lomba, burung
  sebaiknya dijemur maksimal 30
  menit saja.

*1 Jam sebelum di gantang lomba,
  burung di mandikan dan berikan
  jangkrik 3-5 ekor dan ulat
  hongkong 6-15 ekor.

*Apabila burung akan turun lomba
  kembali, berikan jangkrik 2 ekor lagi.

*Sebaiknya, mulai H-6 burung
  diisolasi. Jangan sampai melihat
  dan mendengar suara burung kacer lain.

*Lakukan mandi malam (jam
19.00-20.00) pada H-1.

Perawatan dan setelan burung kacer pasca lomba. Perawatan pasca lomba ini sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik
burung.

Berikut ini pola perawatan dan setelan pasca lomba untuk burung
kacer:
-Porsi EF dikembalikan ke setelan
  harian.
-Berikan multivitamin pada air
  minum pada H+1 setelah lomba.
-Sampai H+3 setelah lomba,
  penjemuran maksimal 30 menit saja.