Jumat, 08 April 2016

Semua Macam Jenis Burung Pleci Lengkap dengan Gambar







Semua Macam Jenis Burung Pleci Lengkap dengan Gambar


Burung Pleci yang ada di Tanah Air bisa ditemui dalam berbagai jenis, mulai dari Pleci Dakun Maput, Dakun Macok, Auriventer, Buxtoni, Montanus, Dakun Bali, Black Capped dan Salvadori Enggado. Semua pleci tersebut sama-sama mempunyai keindahan fisik maupun suara merdu yang hampir sama. Selain itu, seluruh jenis tersebut juga kerap mewarnai berbagai event perlombaan kicau di berbagai daerah dan kota. Itulah mengapa semua burung dari genus Zosterops tersebut begitu populer di mata kicau mania dan cukup menjadi perburuan utama para pleman.
Bagi Anda yang belum tahu banyak tentang macam jenis pleci, maka topik yang sudah saya siapkan secara lengkap di bawah bisa menambah referensi untuk mengenal lebih jauh seputar burung pleci di Indonesia yang biasa dibincangkan para pleci mania. Mulai dari ciri fisik, kicauan, tingkah laku, daerah asal dan sebagainya, semua bisa Anda ketahui. Tentu informasi yang saya berikan ini bisa Anda manfaatkan dan sekaligus bisa menjadi acuan jenis burung kacamata mana yang lebih menarik untuk Anda beli sebagai andalan gantangan. Berikut beberapa jenis burung Pleci yang tersedia lengkap dengan gambar:
1.Pleci dada kuning (Dakun)

Pleci Dakun Mata Putih merupakan salah satu dari jenis Zosterops yang bisa dibilang paling istimewa, sebab ia mempunyai kelebihan suara yang lebih lantang daripada sejenisnya. Selain itu, burung yang juga kerap disebut dengan nama Pleci Muria dan Kudus ini juga diketahui memiliki mental bagus yang tak jarang dijadikan ikon utama di setiap kontes kelas burung kacamata. Pleci Dakun Maput ini berasal dari Gunung Muria, Tawa tengah. Dengan ciri mempunyai suara kristal nyaring dan memiliki iris mata bewarna putih.


2.Pleci dada kuning macok

Pleci Dakun Mata Coklat merupakan salah satu jenis Pleci yang paling laku. Tentu bukan tanpa alasan, karena rata-rata pemelihara beranggapan bahwa perawatan burung kerdil yang satu ini lebih mudah dan harga yang ada di pasaran juga relatif lebih terjangkau (Baca: Harga Pleci). Burung Dakun Macok ini hampir bisa ditemui di seluruh daerah dan kota-kota besar di Pulau Jawa. Ia mempunyai ciri yang juga mudah untuk dikenali, yakni memiliki suara kristal keras, iris mata berwarna coklat dan punggung maupun dada bewarna kuning.


3.Pleci auriventer

Tentu Pleci Auriventer sudah berbeda dari jenis kacamata lain, baik itu dari segi tubuh maupun kicauan. Menurut pandangan para pleci mania, ia dikenal sebagai burung yang lebih agresif dan mempunyai suara yang lebih ngebass dari sejenisnya. Maka tak heran jika burung Pleci Auri ini harganya di pasaran cukup mahal, karena keberadaanya juga tidak begitu banyak. Di Indonesia sendiri, wilayah penyebaran meliputi Kepulauan Riau, Pulau Bangka, Kepulauan Natuna Selatan, Kalimantan hingga pesisir pantai timur Sumatra. Ia memiliki badan lebih panjang daripada Pleci Dakun, iris mata bewarna coklat dan dadanya berwarna keunguan dengan garis kekuningan.


4.Pleci buxtomi

Berbeda lagi dengan jenis pleci yang satu ini, sebab Buxtoni di Tanah Air tidak sulit untuk ditemukan. Burung kacamata yang satu ini banyak sekali dijual ombyokan di berbagai pasar burung di Jabar. Selain itu, ia juga mempunyai postur tubuh yang lebih berisi dan bulat serta mempunyai suara kristal yang lebih melengking dan keras. Wilayah penyebaran paling banyak untuk burung Pleci Buxtoni ini meliputi Jawa Barat dan sebagian daerah Pulau Sumatera. Ciri untuk membedakan adalah warna punggung cenderung lebih gelap, lingkar mata lebih tipis dan iris mata bewarna coklat.


5.Pleci montanus

Pleci Montanus atau juga kerap disebut dengan istilah kacamata gunung merupakan jenis pleci yang mempunyai ukuran tubuh yang bisa sampai 11 cm. Burung ini juga cukup gampang untuk ditemukan, karena ia bisa hampir bisa ditemui di hampir seluruh daerah Pulau Jawa. Ciri yang menjadi pembeda dari burung Pleci Montanus ini dari sejenisnya adalah suara kristal yang dimilikinya lebih kasar, warna perut keabu-abuan dan semua sisi tubuhnya bewarna kecoklatan serta tunggingnya bewarna kuning. Selain itu, iris mata yang dimiliki bewarna putih.


6.Pleci dakun Bali


Pleci dada kuning Bali memang hampir tidak ada bedanya dengan burung kacamata jawa. Namun tetap ada beberapa ciri yang bisa diambil untuk sedikit mengenalinya, seperti ukuran tubuh relatif lebih besar dan lingkar putih di sekitar bagian mata lebih lebar. Selain itu ia juga mudah dikenali dengan suara yang dimiliki yang dinilai cukup khas, yakni mempunyai kicauan yang menyerupai suara anak Ayam Ngalas. Tidak hanya itu, burung Pleci Dakun Bali juga mempunyai warna bulu yang lebih hijau dan terang. Meskipun demikian, mental burung asal Bali ini tidak terlau bagus, sebab ia tidak terlau berani berkicau pada saat ada manusia, terkecuali untuk yang sudah master.


7.P;eci Black Capped

Burung kacamata ini mempunyai ciri tubuh yang cukup mudah dikenali dari pleci lainnya. Pleci black capped memiliki dahi bewarna hitam yang dinilai sudah menjadi daya tarik tersendiri. Selain memang karena memiliki suara yang ngebas dan ngalas, banyak para penghobi kicau yang tertarik lantaran keunikan karakter burung ini. Habitat asli dan wilayah penyebaran paling banyak jenis kacamata yang satu ini berada di Pulau Sumatra. Ia mempunyai dada berwarna keabu-abuan dengan kombinasi warna kuning dan hijau di punggung. Iris mata berwarna coklat, namun juga ada yang bewarna putih.


8.Pleci Salvadori Enggano

Mungkin dari sekian banyak jenis kacamata, Pleci Salvadori Enggano ini yang sedikit manarik untuk dibahas. Ia mempunyai kicauan yang bisa dibilang lebih sempurna. Bermodalkan suara pleci ngebass kencang yang mendayu-dayu, Pleci ini sudah bisa menyita perhatian banyak orang. Ditambah lagi postur yang cenderung lebih besar dari sejenisnya, tak heran jika ia saat ini begitu digilai oleh kalangan pecinta Pleci. Burung kacamata ini mempunyai dada bewarna abu-abu gelap dengan sedikit bercampur warna kuning. Di bagian kepala juga terdapat semburat yang bewarna hitam. Wilayah peyebaran paling banyak untuk jenis burung ini berada di pulau sumatera.

CIRI KACER DADA PUTIH FIGHTER DAN MENGHILANGKAN MBAGONG ATAU MEDASI



 CIRI KACER DADA PUTIH FIGHTER DAN MENGHILANGKAN MBAGONG ATAU MEDASI


Asalamualaikum wr.wb
 Untuk menjadi burung terbaik, tentu saja membutuhkan treatmen dan perlakuan tertentu. Selain dasar karakter burung seperti sifat fighter, mental kuat, power tidak lembek, lagu panjang-panjang dan nafas kuat, untuk menjadi juara juga memerlukan tambahan materi yang sifatnya bisa didatangkan dari luar atau eksternal si burung.
Itulah variasi lagu yang bisa dimasukkan melalui burung-burung master. Salah satu tambahan poin yang bisa menentukan burung menjadi juara memang variasi lagunya. Di lapangan di antara suara-suara kacer yang dianggap standar, bila juri mendengar suara yang dianggap unik dan beda dari yang lain bisa menjadi nilai tambah dan menentukan.
Itu sebabnya selain perawatan yang sifatnya merupakan stelan agar mau nampil di arena lomba, pemberian master juga menjadi faktor yang sangat penting. Bila masternya pas burung juga mau dan suka dengan lagu master tersebut sehingga sering dinyanyikan secara periodik dan cara yang merdu niscaya menjadi nilai lebih tersendiri.
Jenis burung apa saja yang biasa dimastefikan untuk kacer dada putih dan bagaimana cara memasterya agar bisa merasuk dengan baik. lnilah pengalaman sejumlah perawat handal kacer yang berhasil disarikan Agrobis Burung.
Suara burung yang dianggap bagus untuk memaster kacer dada putih, di antaranya adalah jenis lovebird,gereja tarung, platuk, srindit sampit, kolibri. Ada pula yang memberikan suara cendet dan glatik
Model memaster macam-macam. Ada burung yang suka dikerubungi burung master beberapa sekaligus. Namun ada pula burung yang minta didekati suara master satu satu per satu. Artinya, kalau diberi master satu jenis suara sudah masuk kemudian ditambah suara jenis lainnya.
Pemasteran paling efektif dilakukan pada saat burung sedang mabung. Namun, dalam keseharian akan sangat baik kalau selalu mendengar suara master, baik ketika dijemur atau dianginkan, maupun ketika sedang istirahat/tidur.
Ketika setiap saat seperti diindoktrinasi dengan suara tertentu yang kita kehendaki, apalagi bila kita paham karakter suara yang disukai oleh si burung maskot, tentu hasilnya akan lebih baik. Ketika berlomba, suara-suara itu kemudian akan dia keluarkan juga. Kira-kira seperti itu logikanya.
Ciri kacer dada putih fighter
Kacar dada putih secara umum memang lebih fighter ketimbang kacer hitam (kacer Jawa). Itu sebabnya kacer dada putih memang mendominasi di lapangan lomba. Tentu saja faktor ketersediaan di pasar yang jauh lebih banyak juga ikut menjadi faktor.
Sejumlah kicaumania kawakan mencoba membagikan ilmu yang dasarnya adalah “titen” atau berdasarkan pengamatan yang cukup lama. Mereka telah mengumpulkan sejumlah ciri-ciri fisik yang bisa dijadikan patokan untuk memperkirakan apakah kacer tersebut kelak akan fighter atau mau tarung atau tidak.
Burung yang fighter dan juara, memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut: Bulu kelihatan kering, tapi bersih dan gilap. Artinya kalau kita menjumpai burung kacer dada putih tapi bulunya kurang bernada kering, biasanya kurang flghter. Mata melotot atau medolo, sampai seperti mau keluar dari dalam kelopaknya.
Mata yang melotot akan terkesan garang, juga awas dalam mengamati sekitarnya. Kalau kita menjumpai kacer dada putih yang matanya kurang melotot, sehingga terlihat lembut dan kalem, bisa diperkirakan si burung kurang tarung.
Bagian paruh terlihat lurus, belahannya memanjang hingga ke belakang sampai mau ke bagian leher atau tenggorokan atau sampai di bawah mata. Jenis yang seperti ini biasanya memiliki volume yang dahsyat dan tembus. Jenis yang seperti ini bisa membuka paruh lebih lebar dari yang belahannya lebih pendek.
Postur badang kecil memanjang, tidak pendek. Kemudian perhatikan bagian ekor, biasanya kempal atau ngumpul, dan tidak mekar atau membuka.
Kacer dada putih bisa dipelihara baik di daerah panas maupun dingin. Paling-paling bila baru pindah, memerlukan sedikit waktu untuk adaptasi.
Menghindari mbagong atau mbedesi
Salah satu kelemahan atau tabu bila kita melombakan kacer adalah mbedesi atau mbagong. Kalau kita punya kacer dan mbagong …. alahmak malu kali rasanya.heehe.. Biasanya akan ditertawakan dan dijadikan bahan ejekan teman-teman, meskipun hanya terjadi di latihan.
Menurut banyak pemain kacer, burung kacer mbagong disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena kalah mental. Selain itu, juga karena kelelahan. Burung yang di bagian awal tampil sangat baik, bila sedang tidak fit dipaksakan, maka ketika kelelahan biasanya juga mbagong.
Sehebat-hebatnya kita punya kacer, kalau di akhir-akhir penilaian kemudian mbagong, hampir pasti tidak bisa mendapatkan bendera koncer. Mbagong atau mbedesi benarbenar faktor yang bisa menghilangkan semua sisi-sisi baik lainnya.
Sejumlah orang mencoba melakukan berbagai terapi untuk secara perlahan menghilangkan kebiasaan buruk ini. Misalnya dengan mandi pasir. Caranya, kita ayak pasir halus, kemudian bisa dimasukkan ke bak keramba, kemudian kacer dimasukkan ke keramba.
Cara lain juga bisa dilakukan, tapi sedikit berisiko. Yaitu pasir ditaruh di atas tanah secara merata. Kemudian sangkar ditaruh di bagian atasnya, lantas bagian lantai sangkar ditarik. Jadilah lantai burung langsung terbuka atau terhubung dengan pasir yang sudah ditabur di atas tanah. Pastikan sangkar tidak roboh, karena itu biasanya diberi beban supaya kalau tersenggol secara tidak sengaja, atau kena angin, tidak roboh atau bergeser. Sebab kalau sampai terjadi, burung bisa terbang bebas.
Pada saat mandi pasir burung juga punya kesempatan untuk ngasin. Tapi, di jaman sekarang ngasin bisa dilakukan dengan cara langsung diberi asinan khusus untuk burung berkicau yang produknya juga ada di pasaran, meskipun tidak selalu mudah mendapatkannya.
Semoga bermanfaat!!!!
Wasalaimualaikum wr.wb

UMUR IDEAL LOVEBIRD DI LOMBAKAN


 UMUR IDEAL LOVEBIRD DI LOMBAKAN


Asalamualaikum wr.wb

Melalui perawatan yang telaten sejak dini, burung lovebird umur 3,5 – 4 bulan pun sudah mulai rajin berbunyi, bahkan nembak-nembak panjang. Saat itulah banyak lovebird mania yang sudah tidak sabar untuk menjajal burungnya di arena lomba, atau setidaknya latber. Cara seperti ini sebenarnya tidak dianjurkan. Meski burung mulai gacor, mentalnya masih labil, sehingga harus mencari waktu yang tepat untuk menurunkannya di arena lomba / latber.
Keriuhan suasana lomba bisa membuat mental lovebird muda drop.Kestabilan mental lovebird umumnya terjadi pada umur 6,5 bulan. Saat itulah burung sudah bisa rutin dilombakan. Beberapa pengorbit lovebird jawara pun sering menggunakan patokan umur 6,5 bulan sebagai umur ideal untuk melombakan lovebird.
jangan terburu-buru melombakan burung sebelum umur 6,5 bulan umur 3,5 –  4 bulan, , burung memang mulai rajin bunyi, sudah bisa nembak-nembak panjang,akan tetapi jangan langsung dilombakan.
Menurut pengalaman saya, ada beberapa lovebird yang semula prospektif dan proges, namun justru rusak di tangan pembeli yang kurang serius dalam memberikan perawatan. Ada juga yang terlalu terburu-buru menggenjot jagoannya ke lomba.
“Banyak pemilik lovebird yang tidak sabaran. Ketika melihat burungnya sudah rajin bunyi dan nembak-nembak panjang, eh.. langsung gatal untuk mencobanya. Padahal burung belum cukup umur dilombakan, sehingga akhirnya malah rusak.
Untuk mengantisipasi mental burung lovebird agar tidak rusak, Saya menyarankan agar burung jangan dilombakan sebelum berumur 6,5 bulan,Walaupun hanya sekedar latber Sebelum batas umur tersebut, jangan diadu dengan burung lain.
Menurut pengalaman saya, lovebird umur 3,5 – 4 bulan memang sudah berani “tarung”{fighter} di lomba atau latber. Tapi kasihan kalau dipaksakan sebelum waktunya, sebab mentalnya bisa rusak, dan memerlukan waktu lama untuk mengembalikan ke kondisi semula bahkan bisa saja tidak pulih.
Jika memang sangat penasaran, bolehlah dicoba sekali saja, tetapi setelah itu jangan diteruskan lagi. Celakanya, ketika sekali mencoba dapat juara, entah juara 1, 2, atau 3, biasanya pemilik ingin mencoba lagi minggu berikutnya. Inilah yang sering terjadi, mental burung pun akhirnya drop karena memang belum waktunya dilombakan.

Semoga bermanfaat.

Wasalamualaikum wr.wb