Rabu, 08 Juni 2016

Tips Agar Ciblek Tidak Takut Keramaian

Tips Agar Ciblek Tidak Takut Keramaian

 


Melihat ciri-ciri burung ciblek yang tidak dapat tenang didalam kondisi apa pun jika cocok tidur, terkadang buat kita gemes serta anyel ngeliatnya. Terlebih bila ada nada keramaian atau ada sura motor, dapat di yakinkan ciblek yang paling disayangi, kita dapat gaduh sendiri didalam sangkar indahnya. Terbang sana sini tidak karuan.

Tetapi sesungguhnya perihal itu dapat kita tangani dengan berbagai tips agar ciblek tidak takut keramaian dengan tujuan supaya ciblek lebih jinak. Caranya cukup gampang, dikarenakan solusi agar ciblek tidak takut keramaian dengan tidak sadar telah jadi rutinitas kita didalam perawatan burung ciblek.

Tips Agar Ciblek Tidak Takut Keramaian/Suara Bising

  • Biasakan burung ciblek sobat di taruh atau di letakkan di situasi yang ramai contohnya garasi atau depan rumah di mana tiap-tiap harinya beberapa orang atau motor yang berlalu lalang. Awal mulanya memanglah ciblek dapat agak sedikit stre tetapi janganlah cemas, ciblek stress cuma berjalan 2-3 hari og, sesudah itu ciblek tersebut dapat punya kebiasaan dengan nada motor atau lantas lalang serta cerewtnya si empunya burung.
  • Tetapi sebelum saat ciblek tersebut di letakkan di area yang ramai sebaiknya ciblek di semprot air supaya bulunya basah serta ciblek jadi fresh sebelum saat di letakkan di area rame, dikarenakan dengan basahnya bulu bulu ciblek dengan otomatis dapat merangsang kerja otak ciblek saat mencerna suara-suara di sekelilingnya, tidak jauh lain lewat cara memaster anakan ciblek. 
  • Sesudah di rasa ciblek tersebut cukup fresh serta dapat beradaptasi dengan lingkungannya, segera pindahkan ciblek tersebut ke area yang seyogyanya.
  • Cara itu di atas cukup untuk membuat ciblek tidak takut keramaian atau suara-suara bising. Menurut pengalaman kami sistem dari perawatan dengan tujuan ciblek tidak takut nada motor cuma membutuhkan 4-6 hari saja.

Jenis-Jenis Ciblek yang Sering Tampil di Kontes Burung Berkicau

Jenis-Jenis Ciblek yang Sering Tampil di Kontes Burung Berkicau



Burung Ciblek dengan postur tubuh kecil  yang memiliki suara khas banyak dilirik oleh pecinta burung berkicau baik itu dipelihara untuk masteran ataupun untuk di ikut sertakan dalam perlombaan burung berkicau. Ciblek dipilih karena mempunyai suara merdu dan memilih satu nada yang terus berulang- ulang dalam tempo waktu yang cukup lama.

Untuk kontes burung berkicau, ciblek sering sekali memenangkan kontes karena mutu yang bagus volume suaranya besar, keras, tajam, cepat dan tebal. Untuk mengenal jenis ciblek andalan kicaumania, berikut adalah 3 jenis ciblek yang sering tampil di kontes burung berkicau.
 

1. Ciblek Pari atau Ciblek Sawah

gambar ciblek sawah atau gambar ciblek pariCiblek jenis ciblek pari (ciblek sawah) mempunyai bentuk ekor yang panjang sebagai ciri khasnya. Selain itu susunan warna bulunya cenderung ke putih terutama pada bagian dada, namun tetap menonjolkan warna coklat si sekitar punggung dan sedikit di bagian ekornya. Kalau soal bunyi, suara burung ciblek jenis ini hanya bisa satu arah saja, cit..cit...ciiiitttt... maka dari itu ciblek pari atau ciblek sawah tergolong sebagai jenis ciblek yang cukup sulit di master, andai pun bisa membutuhkan banyak waktu, namun ciblek sawah cukup sering tampil di berbagai kontes burung berkicau.
 
 

2. Ciblek Gunung

gambar ciblek gunung
Ciblek gunung memiliki ciri khas sebagai burung ciblek dengan bentuk tubuh yang besar bila dibandingkan dengan jenis ciblek lainnya. Ciblek jenis ini mempunyai warna bulu coklat tua hampir di seluruh tubuhnya, bunyi ciblek gunung pun bervariasi, sehingga memudahkan sobat burung untuk melatihnya. Jenis ciblek gunung ini sering dijadikan sebagai ciblek kontes atau burung ciblek petarung, terkadang ada juga yang menyebut burung ini dengan nama 'ciblek fighter' karena variasi ocehannya yang bisa mengeluarkan bermacam-macam suara.
 

3. Ciblek Tambak 

gambar ciblek tambak
Yang terakhir adalah jenis ciblek tambak yang memiliki dua variasi warna, yang pertama adalah ciblek tambak putih dengan campuran warna abu-abu. Warna putih pada bulu ciblek tambak ini tersusun mulai dari leher bagian bawah hingga ke bawah perutnya. Sedangkan variasi yang kedua adalah ciblek kuning, sebenarnya ciblek kuning ini masih ada warna putihnya namun tidak mencolok dan lebih cenderung ke warna kuning . Varaisi warna kuning ada di bagian bawah ekornya, dan wana putih kecoklatan terbentang dari punggung sampai ke bagian ekor . Untuk masalah ocehan dari burung ciblek tambak ini lebih ke jenis ngebremm, dengan suara yang lantang sehingga jenis ciblek tambak ini menjadi primadona di ajang kontes burung berkicau.

Ciblek Kalung, si Kecil yang Bersuara Nyaring

Ciblek Kalung, si Kecil yang Bersuara Nyaring



Ciblek yaitu sejenis burung pengicau dari suku Cisticolidae (pada banyak buku tetap dimasukkan ke didalam suku Sylviidae). Di dalam bhs inggris burung ini dikenal sebagai bar-winged prinia, mengacu pada dua garis putih pada tiap-tiap sayapnya. Nama ilmiahnya yaitu Prinia Familiaris Horsfield, 1821. (source:wikipedia.com).

Burung yang ramai serta lincah, yang kerap didapati di area terbuka atau tempat bersemak di taman, pekarangan, pinggir sawah, rimba sekunder, sampai ke rimba bakau. Juga sering teramati di perkebunan teh. Dua atau tiga ekor, atau lebih, sering tampak berkejaran sesaat melacak makanan diantara semak-semak, sembari berbunyi-bunyi keras cwuit-cwuit-cwuit.. Ciblek-ciblek-ciblek-ciblek.. ! Ekor yang tidak tebal digerakkan ke atas waktu berkicau.

Melacak mangsanya yang berbentuk bermacam serangga serta ulat, perenjak jawa berburu dimulai dari permukaan tanah sampai tajuk pohon-pohon. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak sampai ketinggian lebih kurang 1,5 m diatas tanah. Sarang berupa bola kecil dianyam dari rerumputan serta serat tumbuhan.
 

Ciri-ciri dari ciblek tipe kalung

Cobalah cermati, jika kita amati dengan jelas (gambar diatas), di bagian dada pada ciblek tersebut sinyal abu-abu yang biasa kita sebut kalung. Maka dari itu, beberapa orang yang menyebut ciblek ini ciblek kalung.

Adapun perbedaan jantan-betina:

Ciblek Kalung Jantan:

  • Kepala condong bulat agak besar/istilah jawa njambe 
  • Kaki panjang proporsional/ cengkraman kuat ciri fighter bagus 
  • Paruh tidak tipis hitam, rongga mulut juga hitam 
  • Mata cerah bulat serta melotot 
  • Ekor agak panjang serta rapat 

Ciblek Kalung Betina:

  • Kepala bulat kecil 
  • Paruh tipis 
  • Kaki condong pendek-pendek
  • Pelipis mata ada sinyal putih sejenis alis 
Dibanding dengan ciblek type yang lain, (ciblek pari/tebu, ciblek putih) menurut banyak ahli menyebutkan bahwa type ini memanglah banyak di koleksi sebagian kicau mania. Dikarenakan banyak yang meyakini sekalian mengamini bila type ini memanglah mempunyai karakter tempur yang luar biasa di tunjang roll lagu serta tembakan yang dahsyat, maka dari itu harga di pasaran agak mahal, mengingat juga dihabitat juga jarang serta stock dipasar juga menipis.

Tips Menemukan Sarang Burung Ciblek Liar

Tips Menemukan Sarang Burung Ciblek Liar

Di alam liar, menemukan sarang burung ciblek atau kerap disebut 'susuh ciblek' kadang-kadang susah-susah gampang. Tak hanya burungnya yang memanglah sulit untuk di tangkarkan, sarangnya lalu terkadang di tempat-tempat yang tidak terduga. Umumnya beberapa pemburu ciblek sukses menangkap ciblek liar saat malam hari membawa senter yang betul-betul terang serta segera di sorotkan ke sisi kepala ciblek agar si ciblek malang tersebut tidak dapat lihat dikarenakan silau senter tersebut hingga meringankan kita menangkapnya.

Sulitnya menemukan lokasi sarang burung ciblek jadi satu tantangan tersendiri, berdasar pengalaman seorang rekan dari semarang yang sudah jadi penghobi burung sepanjang 5 th., belum dulu walaupun dia lihat atau mengambil ciblek dari sarang atau susuhnya, tersebut berlebihan ciblek, alamatnya tidak dulu di ketemukan.

Untuk menemukan sarang burung ciblek kita dapat melacak diantara pohon bambu wulung atau diantara ranting tinggi yang jarang daunnya, umumnya burung ciblek ini memiliki komunitas yang kerap berkumpul di sawah pari atau tambak udang ataupun tambak ikan yang lain atau dengan kata lain ciblek banyak berkumpul di empang-empang lebih kurang jakarta.

Sarang ciblek atau susuh ciblek berupa bulat atau oval yang terbuat dari hubungan akar rumput maupun rumput kering, terkadang daun padi juga dapat di pakai ciblek untuk bikin sarang atau susuh ciblek. Bila anda penasaran dengan wujud sarang burung ciblek anda dapat lihat ilustrasi gambar diatas, lebih kurang layaknya itu. Semoga saja benar ada.

TIPS MERAWAT CIBLEK AGAR CEPAT GACOR


 TIPS MERAWAT CIBLEK AGAR CEPAT GACOR



Bagaimana bikin burung ciblek jadi cepat gacor? Kuncinya ada di perawatan serta juga yang tidak kalah penting yaitu mental dari si burung itu sendiri. Layaknya kita ketahui ciblek yang telah kita kenal ada dua jenis type yakni ciblek dada putih serta ciblek dada putih kekuningan. Dari ke-2 type ciblek tersebut ada perbedaan ciri-ciri dari keduanya. Burung ciblek dada putih contohnya, bila telah kalah bertarung umumnya burung ini dapat lebih lama sembuhnya dibanding dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan.

Ciblek atau bhs latinnya prinia famillia ini yaitu burung kecil yang lebih kurang tahun 80 - 90an ada banyak bercengkrama di lebih kurang halaman tempat tinggal kita. Nada khasnya sebagaikan burung ini digandrungi oleh beberapa kicaumania di seluruh indonesia serta jadikan burung ini jadi naik daun serta berangsur-angsur mulai jarang tampak di alam bebas. Penangkapan yang terlalu berlebih jadi di antara karena menghilangnya burung ciblek di pekarangan maupun di kebun-kebun.

Ciblek jantan serta betina dapat dibedakan dari warna paruh sisi bawahnya. Untuk ciblek jantan dewasa warna paruh semuanya yaitu berwarna hitam namun untuk jantan muda warna paruh sisi bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, namun untuk ciblek betina warna paruh sisi bawahnya berwarna putih.


Variasi nada burung ciblek umumnya seirama serta diperdengarkan dengan tempo tinggi ( ngotot ) serta terus-terusan, hingga enak didengar. Sebagian ciblek sudah bisa di master dengan nada burung lain. Arti nada tembakan, nada ngebren yaitu arti yang biasa dipakai oleh pengagum burung ini untuk menggambarkan nada burung ciblek yang tengah berkicau. Nada tembakan yaitu nada burung waktu memperdengarkan nada kerasnya dengan satu-persatu dengan tempo suara yang tidak demikian rapat. Ngebren yaitu nada ciblek yang diperdengarkan dengan tempo tinggi/rapat serta keras. Terasa jarang kita jumpai burung ciblek yang bersuara ”setengah hati”. Variasi nada burung ini dapat bergantung pada kecerdasan burung saat menangkap serta merekam nada burung lain di sekelilingnya.

Tidak saja untuk dipertandingkan, burung ciblek juga dikenal sebagai burung ”master” yang baik, terutama untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau serta yang lain.

Perawatan harian burung ciblek 

  1. makanan utama yang harus disediakan untuk ciblek tiap-tiap harinya yaitu : 
  2. Jangkrik kecil ( atau jangkrik dewasa sesudah di potong kepala, kaki serta sayapnya ) 
  3. Ulat ( dapat ulat kandang / ulat hongkong ) 
  4. Kroto 
  5. Voer lembut ( banyak kicaumania yang memberikan susu bubuk kedalam voernya ) 

Perawatan harian untuk ciblek dewasa 

  • Perawatan harian dapat diawali dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor pagi / sore 
  • ulat ( untuk UH sebelum saat diberikan baiknya kepala ulat dipotong dulu, serta semakin bagus lagi bila diberikan UH yang tetap berwarna putih / ubah kulit ) sejumlah 3 ekor p/s 
  • kroto baiknya minimal 2 kali 1 minggu atau 3 kali 1 minggu. 
  • Voer diberikan voer lembut serta digabung dengan susu bubuk. 
  • Penjemuran minimal 2 s/d 3 jam tiap-tiap hari. 
  • Pada saat menggantung burung ini upayakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya layaknya toed/cendet/pentet. 
  • Tempel dengan burung betina / burung muda optimal 2 kali 1 minggu sepanjang - 2 jam, untuk mengasah mentalnya. 
Sebenarnya kunci dari pada perawatan harian burung yaitu bergantung dari setelan harian yang kita lakukan untuk burung kicauan kita, serta sesudah itulah yang jadikan sebagai patokan dari perawatan burung tiap-tiap harinya. Coba kerjakan pergantian perawatan layaknya jumlah jangkrik/ulat yang didapatkan tiap-tiap harinya lantas amati perubahan burung tersebut apakah burung tersebut makin agresif, rajin berkicau atau jadi jadi malas berkicau, cari setelan yang menurut anda yaitu setelan yang pas diaplikasikan pada burung anda tiap-tiap harinya. Umumnya sesudah anda mendapatkan setelan yang cocok untuk burung anda maka burung lalu dapat lebih optimal serta tentulah perihal ini yang amat diinginkan oleh kicauan mania, mempunyai burung yang gacor di tempat tinggal maupun di arena kontes.

MEMILIH CENDET BAKALN "SUPER" DAN CARA PERAWATAN


perawatan-cendet-salto_65558887

Namun banyak juga yang mempunyai anggapan bahwa merawat jenis burung predator seperti cendet itu sulit, ada yang mengatakan mudah mati, susah berbunyi, dan lainnya. Sebenarnya, merawat burung cendet bakalan maupun yang sudah jadi itu sama seperti merawat jenis burung berkicau lainnya.

Jika anda ingin memelihara burung cerdas dari keluarga Turdidae yaitu Cendet, alangkah baiknya untuk mengetahui juga karakter dasarnya.

Karakter dasar cendet


  1. Ganas/Beringas, perilaku agresif cendet akan keluar jika burung dalam keadaan lapar.
  2. Petarung, guna mempertahankan teritorialnya maka jika mendengar suara jenis burung lainnya atau melihat burung sejenis akan berkobar semangat tempurnya.
  3. Birahi, cendet sangat gampang naik birahinya. Oleh sebab itu kita harus hati-hati dalam melakukan perawatan, seperti pemberian EF (Extra Fooding) dan penjemuran jangan terlalu berlebihan karena dapat memancing birahi cendet.
  4. Jinak, kemampuan beradaptasi burung cendet sangat besar, oleh karena itu burung ini mudah jinak terhadap manusia.
Setelah kita mengetahui karakter dasar burung cendet, langkah selanjutnya adalah mengetahui ciri burung cendet yang memiliki kualitas bagus. Jika anda menginginkan memelihara cendet yang masih bahan atau bakalan, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan/bakalan cendet.

memilih-cendet-bakalan-juara

  1. Jantan, pastikan jenis kelamin burung adalah jantan (cirinya dapat dilihat dari warna bulu yang mengkilap dan kontras).
  2. Paruh, pilih bentuk paruh cendet yang berpangkal lebar, besar, tebal dan panjang. Sedangkan bagian bawah paruh cenderung lurus jangan yang bengkok.
  3. Hidung, pilih yang posisi lubang hidungnya sedekat mungkin dengan mata.
  4. Kepala, burung cendet yang mempunyai mental tempur baik adalah berkepala besar, mata melotot, bulat dan besar.
  5. Badan, pilih bakalan yang memiliki bentuk postur sedang dengan panjang leher, badan dan ekornya, serta kaki yang serasi.
  6. Sayap, pilih burung yang memiliki sayap mengepit rapat.
  7. Kaki, pilih cendet yang kakinya mencengkeram dengan kuat, besar dan terlihat kering.
  8. Lincah dan dan bernafsu makan besar, burung cendet yang seperti ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  9. Leher panjang padat berisi, Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
Setelah kita mengetahui ciri bakalan atau bahan cendet yang baik, selanjutnya adalah mengetahui jenis makanan yang sesuai untuk burung ini.

Makanan untuk burung cendet

  • Voer, pilih voer yang memiliki kandungan protein sedang (yaitu antara 12%-18%).
  • EF (Extra Fooding), makanan tambahan yang baik untuk diberikan pada cendet yaitu jangkrik, kroto, cacing, UH (ulat hongkong), orong-orong, ulat bamboo, kelabang, belalang.

Perawatan harian cendet


Dalam merawat burung cendet tidak jauh berbeda dengan perawatan burung lainnya, yang paling utama adalah lakukan perawatan secara rutin dan konsisten. Berikut pola perawatan harian yang bisa anda berikan.
  • Pada pagi hari sekitar jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras selama 30 menit, kemudian burung dimandikan bisa dengan cara disemprot atau mandi di keramba (sebaiknya dilatih untuk mandi dikeramba).
  • Berikan jangkrik 4 ekor pada cepuk khusus EF (Jangan memberikan jangkrik secara langsung pada burung karena dapat menggigit jari anda).
  • Penjemuran bisa dilakukan selama 1 hingga 3 jam, waktu penjemuran antara pukul 08.00 s/d 11.00. Usahakan pada saat penjemuran tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah proses penjemuran, burung kembali diangin-anginkan diteras.
  • Pada sore hari sekitar jam 15.30 burung bisa dimandikan kembali, kemudian beri jangkrik 2 ekor pada cepuk.
  • Kemudian pukul 18.00 burung dikerodong.

Pemasteran:
Burung cendet bakalan yang ingin dimaster bisa dilakukan pada siang hari, yaitu pukul 11.00 hingga 15.00. Sedangkan malam hari pemasteran dapat dilakukan saat burung istirahat, yaitu pukul 22.00 hingga pagi hari. (Baca artikel Cara Memaster Burung Dengan Audio Mp3)

Pemberian EF lainnya
  • Kroto, berikan kroto segar sebanyak 1 sendok makan. Pemberian ini cukup 2 kali dalam seminggu.
  • Cacing, berikan cacing 1 ekor (pemberian ini cukup 2 kali dalam seminggu).

Over birahi

Penyebab terjadinya over birahi atau OB sudah kita bahas diatas atau anda bisa baca artikel Ciri Burung Over Birahi, Tips berikut adalah cara menangani cendet yang sedang mengalamai over birahi:
  • Kurangi porsi pemberian jangkrik, cukup berikan 2 ekor pagi dan 2 ekor pada sore hari.
  • Tambahkan pemberian cacing menjadi 2 ekor, berikan 2 kali dalam seminggu.
  • Beri makanan ulat bambu 3 kali dalam seminggu sebanyak 2 ekor.
  • Mandikan pagi, siang dan sore hari untuk mendinginkan kondisi tubuh, bila perlu bisa ditambah pada malam hari.
  • Kurangi waktu penjemuran, yaitu 30 menit saja tiap harinya.

Cendet Ngedrop

Kondisi drop berkebalikan dengan kondisi OB, penanganannya bisa dilakukan seperti berikut:
  • Menambah porsi pemberian jangkrik menjadi 5 ekor pagi dan sore.
  • Pemberian kroto bisa dilakukan tiap hari.
  • Berikan kelabang 2 ekor, cukup sekali dalam seminggu
  • Mandikan burung cukup 2 hari sekali.
  • Jauhkan atau isolasi burung (agar tidak melihat maupun mendengar suara burung cendet lain terlebih dahulu).
  • Penjemuran ditambah waktunya menjadi 2 hingga 3 jam tiap harinya.
Lakukan perawatan cendet dengan baik agar kondisi tubuh dan mental tetap dalam kondisi yang prima yaitu tidak berlebihan birahinya maupun kekurangan, berikan vitamin seminggu sekali yang dicampurkan pada air minum. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin memelihara burung cendet

CIRI-CIRI BAKALAN CENDET YANG BERKUALITAS BAGUS


CIRI-CIRI BAKALAN CENDET YANG BERKUALITAS BAGUS



 Ciri-Ciri Bakalan Cendet Yang Berkualitas Bagus - Sobat, burung cendet/pentet merupakan salah satu jenis burung kicau yang memiliki suara yang keras, variatif, serta postur dan penampilannya yang indag. Meski tak sepopuler kenari atau cucak hijau, tetapi penggemar burung centet juga cukup banyak. Cendet jawara tentunya lahir dari keturunan yang jawara pula, atau setidaknya memiliki trah/gen dari cendet yang berkualitas bagus. Selain keturunan/gen, cendet jawara juga harus dirawat dengan baik dan benar. 
Khusus untuk cendet, antara jantan dan betina bisa menjadi jawara. Artinya baik cendet jantan maupun betina memiliki kemampuan berkicau yang baik, tetapi cendet jantan lebih ungul dalam volume suara yang lebih keras, variasi kicauan, serta penampilannya lebih menawan.  Pada dasarnya, untuk memilih bakalan cendet yang berkualitas bagus tidaklah berbeda jauh dari memiliih bakalan burung kicau lainnya.
  
CIRI-CIRI BAKALAN CENDET YANG BERKUALITAS BAGUS
Untuk lebih jelasnya, pada kesempatan ini kami akan berbagi informasi mengenai ciri-ciri bakalan cendet yang berkualitas bagus. Simak artikel ini baik-baik sampai akhir agar tidak bingung. Berikut ini adalah ciri-ciri bakalan cendet yang berkualitas bagus :
  • Cendet/pentet harus berkelamin jantan. Tetapi ada juga cendet betina yang bisa jadi jawara. Jadi jangan terlalu terpaku dengan jenis kelamin.
  • Memiliki tubuh yang panjang dan serasi, baik leher, badan, ekor, maupun kakinya.
  • Matanya besar dan terlihat melotot.
  • Berkepala besar.
  • Lincah dan gesit.
  • Memiliki paruh yang berpangkal lurus, lebar, panjang, besar, dan tebal.
  • Lubang hidung sangat dekat dengan mata.
  • Sayap yang mengepit.
  • Cengkeramannya kuat.
  • Nafsu makan tinggi.
  • Leher yang panjang dan padat, karena itu indikasi mampu mengeluarkan suara dengan maksimal.
  • Sering berkicau / bersuara.

Sekali lagi, untuk cendet jantan dan betina sebenarnya keduanya bisa menjadi jawara. Karena banyak lomba cendet yang telah diadakan justru memunculkan cendet betina sebagai jawara. Kesimpulannya adalah selain kita memilih bakalan cendet yang bagus, kita juga harus merawat dan memeliharanya dengan baik dan benar, termasuk pemberian pakan yang berkualitas bagus. Mustahil burung cendet bakalan yang bagus akan menjadi jawara jika tidak dirawat dengan baik. Semua saling berkaitan untuk membentuk cendet jawara. 
CIRI-CIRI BAKALAN CENDET YANG BERKUALITAS BAGUS
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan tentang Ciri-Ciri Bakalan Cendet Yang Berkualitas Bagus. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Blog saya untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!