Jumat, 08 April 2016

WAKTU IDEAL MURAI DI LOMBAKAN



 WAKTU IDEAL MURAI DI LOMBAKAN

 

 


Banyak para penghobi burung  yang membawa burung nya ke perlombaan setelah mengalami mabung dewasa pertamanya. Tidak sedikit di antaranya , mengalahkan burung-burung yang dari segi umur lebih mapan, bahkan sudah beberapa kali menjuarai lomba. Namun, tahukah Anda, bahwa tindakan tersebut sebenarnya kurang tepat? Kita hanya senang hari ini tanpa tahu resikonya di kemudian hari.
Seperti teman seperburungan dengan saya yang mempunyai burung yyang baru sekali mabung tapi mumpunyai mental fighter yang luar biasa. Tetapi teman saya yang gak sabar,yang istilahnya (greteh) Burung tersebut di lombakan,memang burung tersebut bisa menjadi juara pertama di LATPRES. Di setiap perlombaan hampir selalu mendapat juara pertama dan mengalahkan burung yang dari segi umur sudah mapan dan dari segi harga ratusan juta,akan tetapi setelah mabung kedua brung mengalami mabung yang kurang sempurna.Yaitu bulu sayap atau ekor hanya jatuh satu dalam kurun waktu yang lama,dan si burung mematuki bulunya sendiri, sulit makan dan pada akhirnya si burung mati.
Kapan waktu ideal melombakan murai batu

Lomba murai batu masih bercampur antara burung muda dan dewasa.
—-
Dari cerita di atas, maka waktu ideal untuk melombakan murai batu sebaiknya tidak pada saat burung rampung mabung pertama. Meski karakter fighter sangat bagus, sebaiknya perlu lebih bersabar atau menahan diri terlebih dulu. Tunggu hingga mabung kedua selesai, barulah bisa menurunkannya dalam lomba.
Kalau pun sudah tidak sabar ingin menjajal kemampuan gaco yang dirawatnya sejak trotolan, ada dua alternatif yang bisa dilakukan.
Pertama, mengadakan gathering / ngetrek bersama beberapa murai batu lainnya, tapi dengan kisaran umur yang hampir sepadan.
Kedua, diikutkan dalam even sekelas latber saja, karena jumlah peserta biasanya tidak terlalu banyak, dan kualitasnya pun rata-rata sepadan. Sebab latber sejatinya adalah ajang uji coba / pemanasan, bukan semata-mata ingin menjadi juara. Dari latber inilah, kita dapat melihat apa yang perlu dibenahi dalam perawatan hariannya nanti.
Jangankan dilombakan, murai batu muda ketika diperdengarkan rekaman suara dua ekor MB jawara yang sedang ditrek pun bisa mengalami drop mental, sehingga malah tidak bunyi lagi.
Jadi, melatih mental murai batu muda butuh kesabaran, harus bertahap, dan kalau mau ditrek disesuaikan dengan umurnya.
Perlunya kita menahan diri adalah untuk menjaga perkembangan mental burung di kemudian hari. Seperti diketahui, salah satu penyebab murai batu sering mematuki bulu-bulunya adalah akibat tekanan / stres, terutama sehabis bertarung di lapangan. Apalagi kalau lawan-lawannya jauh lebih dewasa, yang punya sorot mata kharismatik dan terus menekannya.
Kita tidak tahu pasti, apakah murai batu muda saat bertarung melawan murai batu mapan dan langganan itu benar-benar mengeluarkan suaranya, atau merupakan reaksi atas ketakutannya sehingga seperti menjerit.
Sebab burung ketika menjerit akibat takut juga bisa bersuara bagus seperti punya saya sehari-hari tidak pernah mau bunyi. Dipancing dengan  betina pun hanya bersuara lirih dan serak. Tapi kalau mendengar suara mesin, dia selalu berkicau bagus dan lantang.
Ini merupakan pertanda burung menjerit ketakutan, namun terdengar oleh telinga kita sebagai suara kicauan merdu. Andai burung bisa ngomong, tentunya kita dapat bertanya apakah suara yang dikeluarkannya karena menjerit ketakutan atau berkicau, hhh...hhh...n wkwk
Perlu dibuat kelas junior dan senior
Kalau Anda juga penggemar perkutut, tentu sudah faham bahwa konkurs (lomba) perkutut itu selalu dibedakan Kelas junior dan senior
Berdasarkan alasan di atas, muncul pemikiran, mengapa event organizer (EO) lomba kicauan tidak membuat kelas junior dan senior untuk murai batu, sebagaimana sudah diterapkan pada konkurs perkutut?
Kalau ada pembagian Kelas Junior dan Senior, maka seluruh murai batu muda usia (misalnya dengan persayaratan belum mencapai mabung kedua) akan masuk ke Kelas Junior.
Jika perlu dibuat kelas Junior A dan Junior B, di mana Junior B hanya untuk MB yang sudah mabung kedua tetapi belum mencapai mabung ketiga.
Adapun Kelas Senior hanya diperuntukkan bagi murai batu yang sudah mabung ketiga, sebab inilah masa dewasa sesungguhnya dari murai batu, bukannya umur dewasa kelamin (UDK). UDK pada murai batu sudah terjadi begitu burung rampung mabung pertama, sebagai tanda bahwa dia sudah bisa berkembang biak.
Burung pun masalah mental hakekat nya seperti manusia, seperti dalam sepak bola di bedakan menjadi U-19 U-21 dan senior,karna walaupun skillnya bagus para pemain U-19 bahkan melibihi tetapi dengan senior pun kualahan,karena kalah pengalaman.
SEMOGA BERMANFAAT
Asalamualaikum wr.wb

MENYIAPKAN CUCAK IJO UNTUK LOMBA



MENYIAPKAN CUCAK IJO UNTUK LOMBA

 

 

 

Tingkat birahi yang pas dalam perlombaan menjadi salah satu faktor yang menentukan bagi burung seperti Cucak Ijo. Jika burung kurang dalam tingkat birahi bisa mengakibatkan kurang agresif bahkan loyo dalam bertarung, tetapi jika terlalu berlebihan maka burung akan bertindak yang tak terkontrol. Oleh sebab itu jika burung anda akan di ikut sertakan dalam perlombaan, maka menjadi penting untuk bisa membuat burung anda dalam keadaan birahi yang pas (tidak kurang atau lebih).
-
Ciri Burung Over Birahi


Untuk membuat Cucak Ijo memiliki tingkat birahi yang pas dalam perlombaan bisa dilakukan dengan memberikan pola perawatan berbeda dengan perawatan harian saat sebelum hari H.

Pola perawatan sebelum lomba bisa anda lakukan sebagai berikut:
Jam 6 pagi, angin-anginkan cucak ijo diluar rumah.
Jam 7 pagi, mandikan burung dengan cara yang biasa anda lakukan dalam perawatan harian (disemprot atau mandi sendiri dalam cepuk). Setelah selesai beri makan jangkrik 3 ekor serta 1 sendok teh kroto (usahakan yang masih segar), dan berikan juga buah apel yang diolesi dengan madu serta jangan lupa pakan voer harus selalu tersedia. Langkah ini dilakukan sambil burung cucak ijo dijemur.
Penjemuran cukup dilakukan selama 2 hingga 3 jam, atau sekitar pukul 10.30 wib. Setelah dijemur CI di angin-anginkan terlebih dahulu biar hawa panas matahari pada tubuh menurun, baru setelah itu burung dikerodong.
Perawatan sore hari Cucak Ijo yang akan dilombakan
Pada sore hari kembali CI di mandikan, setelah itu burung diberi makan jangkrik dan kroto serta jangan lupa mengganti air minum dan memeriksa tempat voer jangan sampai kosong. Angin-anginkan sebentar kemudian krodong lagi.
Perawatan 3 hari sebelum perlombaan
Pada saat hari ke-3 sebelum perlombaan, perawatan seperti hari sebelumnya hanya perlu penambahan makanan pada jangkrik. Kalau sebelumnya Cuma 3 ekor pada pagi dan sore, sekarang menjadi 7 hingga 10 ekor pada pagi hari dan sore.
Perawatan min-1 sebelum hari H
1 hari sebelum memasuki waktu perlombaan, proses penjemuran lebih baik dikurangi, cukup 1 sampai 1.5 jam saja agar energy burung tidak terlalu banyak yang dikeluarkan.
Pada saat hari H janganlah memandikan burung saat akan mulai digantangkan karena akan membuat birahi burung menjadi kendor atau tidak stabil. Beri EF ulat hongkong untuk saat di area perlombaan dan buka kerodong sambil di gantang ditempat terbuka agar burung menyesuaikan kondisi lapangan arena.

Itulah tips pola perawatan cucak ijo sebelum perlombaan, tips ini tidak menjamin keberhasilannya pada burung anda karena faktor mental, usia dan intensitas lomba siburung berbeda-beda. Makanya penting sekali untuk mengetahui ciri anakan cucak ijo yang bagus
Tetapi tidak ada salahnya jika anda mencoba tips diatas.

MENYIAPKAN CIBLEK UNTUK LOMBA

MENYIAPKAN CIBLEK UNTUK LOMBA


ASALAMUALAIKUM WR.WB
Sebelum memutuskan menurunkan ciblek ke arena lomba, Anda perlu mengetahui terlebih dulu apakah burung sudah siap dilombakan atau belum. Ini masalah penting, karena berkaitan dengan kondisi mental burung tersebut.
Ketika burung memang belum siap dilombakan, tetapi dipaksa mengikuti sebuah even latber, latpres, maupun lomba, maka burung cenderung merasa terintimidasi oleh burung-burung sejenis di sekitarnya. Jika mentalnya belum bagus, dampaknya adalah burung mudah stres, ngedrop, atau “jatuh mental”.
Sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui apakah ciblek Anda sudah siap dilombakan. Jika burung sudah dewasa, coba Anda pancing dengan suara rekaman burung sejenis, yang diputarkan melalui ponsel atau perangkat elektronik lainnya. Kalau dia memberi respon, menyahuti rekaman itu dengan terus mengeluarkan suara kicauannya, berarti burung siap dilombakan.
Selain itu, cek pula kondisi fisik burung untuk mengetahui apakah burung sudah siap dilombakan. Burung yang bagus untuk dilombakan memiliki bentuk tubuh yang ramping- panjang, dengan bulubulu yang rapi, dan posisi kedua sayapnya selalu dikempit rapat.
Untuk lebih meyakinkan lagi, burung juga bisa dilatih dengan burung sejenis (gathering / ditrek) setidaknya 1-2 kali dalam sebulan, dengan waktu latihan sekitar 15 – 20 menit. Dengan begitu, burung tidak mudah kaget dan terbiasa dengan suasana lomba.
Setelah yakin ciblek sudah memiliki mental dan semangat tempur yang baik, tugas Anda sekarang adalah mempertahankan kondisi tersebut.
Bagi yang belum terbiasa melombakan ciblek, baik dalam latberan, latpres, maupun lomba, ada beberapa variasi persiapan. Misalnya persiapan dilakukan sekitar dua minggu sebelum lomba (H-14), dilanjutkan dengan persiapan H-7, dan dipungkasi dengan persiapan pada saat lomba. Berikut ini uraiannya.
Persiapan lomba H-14
  • Dua minggu atau H-14 sebelum dilombakan, burung diusahakan tidak melihat burung sejenis.
  • Pengembunan dilakukan secara rutin, untuk menambah energi dan meningkatkan levek kicauannya. Selama burung diembunkan, Anda bisa memberinya kroto secukupnya saja.
  • Pakan tambahan / extra fooding (EF) masih diberikan dengan porsi normal atau seperti biasanya.
  • Voer dijaga kebersihannya. Lebih baik jika voer setiap 1-2 hari sekali diganti dengan yang baru.
  • Air minum juga perlu sering diganti, sehari sekali. Berikan air segar dan matang. Beberapa penggemar ciblek bahkan lebih senang memberikan air kemasan / daur ulang untuk cibleknya.
  • Ssaat ini Anda bisa memberikan suplemen atau multivitamin, misalnya BirdVit, cukup 1-2 kali dalam seminggu.
  • Mandi dilakukan rutin setiap pagi, sekitar pukul 06.30, dilanjutkan dengan penjemuran. Usahakan burung sudah tidak dijemur lagi jika sudah lewat pukul 09.00.
  • Setelah dijemur, burung berangin-angin sebentar,  selanjutnya sangkar dikerodong tipis hingga sore hari.
Perawatan di atas dilakukan selama seminggu, atau sejak H-14 hingga H-8. Adapun persiapan lomba H-7 atau se minggu sebelum lomba bisa dilanjutkan seperti uraian berikut ini:
Persiapan lomba H-7
  • Kali ini burung bukan sekadar jangan sampai melihat burung sejenis, melainkan juga jangan sampai mendengar suara ciblek lainnya, terutama dari jarak cukup dekat, meski dia dalam kondisi sedang dikerodong.
  • Jika ingin memutarkan rekaman suara ciblek, sebaiknya dilakukan dari jarak cukup jauh (terdengar samar-samar). Kalau memiliki beberapa ekor ciblek di rumah, burung yang mau dilombakan sebaiknya dijauhkan atau dikarantina.
  • Burung tetap diberi multivitamin, agar kondisinya tetap fit. Selain itu, mulai dilakukan penambahan jatah EF.
  • Pengkerodongan tetap dilakukan agar burung tidak terlalu agresif dan terlalu banyak aktivitas yang menyita energi.
  • Mandi dan jemur tetap dilakukan, tetapi dengan waktu lebih singkat atau waktu jemur juga diperpendek.
  • Kroto untuk sementara dihilangkan dulu  dan diberikan pada waktu yang tepat, karena kita akan mengistirahatkan burung dari aktivitas hariannya yang bisa menyita energi.
  • Memasuki H-4 hingga H 2, atau Rabu hingga Jumat, EF mulai ditambah 1 ekor. Misalnya, kalau biasanya 2 ekor pagi dan sore, kini bisa menjadi 3 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Jika memiliki ciblek betina, Anda bisa memanfaatkannya untuk mengecas ciblek lomba. Ini bisa dilakukan pada H-1. Tetapi pengecasan cukup 15 menit saja. Setelah itu, ciblek betina dijauhkan. Namun ini bukanlah sesuatu yang baku, dalam arti tidak perlu memaksa melakukannya jika di rumah tidak ada ciblek betina.
  • Pada H-1, kroto mulai diberikan pagi hari. Adapun porsi EF kembali ditambah 1 ekor lebih banyak daripada porsi sebelumnya.
Persiapan lomba di Hari-H
Pada hari lomba (Hari-H), kita harus menyiapkan semuanya dengan teratur, termasuk membersihkan sangkar dari sisa-sisa pakan (mencegah burung turun ke dasar sangkar untuk memunguti sisa pakan). Berikut ini kegiatan yang bisa dilakukan pada hari lomba
  • Pagi hari sekali, burung dimandikan dengan cara disemprot seperlunya untuk memberikan kesegaran, sekaligus membersihkan bulu-bulunya dari debu / kotoran yang bisa mengurangi penampilannya.
  • Dalam perjalanan ke lokasi lomba, sebaiknya sangkar burung dikerodong dengan bahan tebal. Bisa juga dikerodong dobel, agar burung lebih nyaman dan tidak terganggu selama dalam perjalanan, juga untuk menghindari hawa panas dan asap kendaraan.
  • Setiba di lokasi lomba, atau 1 – 2 jam sebelum burung digantang, kerodong dibuka, lalu burung digantang sebentar untuk beradaptasi dengan kondisi sekitar yang ramai oleh manusia dan suara-suara burung lainnya.
  • Berikan EF seperlunya saja, dengan tujuan agar burung tidak kaget dengan suasana yang baru dilihatnya itu. Hal ini juga untuk menghindari burung mengalami demam panggung.
  • Setelah beberapa menit ( sekitar 15 – 20 menit), burung kembali dikerodong, dan dibuka lagi ketika akan digantang atau saat memasuki padok lomba.
Tips di atas bisa Anda kembangkan sendiri, dan disesuaikan dengan karakter dan pola perawatan selama ini.
Semoga bermanfaat.
WASALAMUALAIKUM WR.WB